Mencermati peran cyber dalam penjajahan dunia global
dengan gerakan pemikirannya menawarkan pola hidup hedonism, materialism, dan
kapitalisme berlebihan telah memberi ruang yang besar mematikan cakrawala
kebatinan manusia. Manusia tidak lagi peduli pada sifat-sifat kemanusiaan
karena dorongan kebutuhan hidup dan prestise citra yang berlebihan memaksa
dirinya untuk meraih keuntungan yang besar tanpa ada rasa kemanusiaan dengan
mengeksploitasi alam, pikiran, dan jasa sesama umat manusia.
Keadaan ini dikendalikan oleh kebebasan pers mencederai kearifan
cakrawala kebatinan sebagian masyarakat yang juga memiliki hak untuk
berekspresi dengan semangat profetiknya telah didominasi oleh kekuatan pers
sehingga terjadi kemiskinan imajinasi dan kepekaan sosial. Perspektif ini
diungkapkan oleh Albert Camus yang mengungkapkan bahwa pers bebas mungkin baik,
mungkin pula buruk, tanpa kebebasan pers tidak mempunyai arti apa-apa selain
kebodohan. Perkataan Albert Camus ini bisa dipahami bahwa pers ketika
berlebihan kewenangannya menguasai ruang publik akan berakibat kerusakan pada
struktur masyarakat yang lemah dalam memahami conten pesan di dunia cyber.
Konstruksi informasi di era cyber city adalah
produk pemikiran manusia moderen yang mampu menjembatani dunia antariksa, dan
dunia lain dengan menembus ruang dan waktu melalui teknologi komunikasi. Temuan
ini melahirkan pertemuan budaya dan bahkan terjadi benturan budaya akibat
migrasi penduduk, pertumbuhan budaya baru yang bereksvansi keberbagai negara
sehingga melahirkan fenomena baru dalam cakrawala pola pikir manusia.
Pertempuran informasi yang dikonstruksi cukup serius berdampak pada penjajahan
budaya kapitalis melawan budaya yang lemah bagi bangsa yang sedang berkembang.
Keadaan ini tampak dalam dunia cyber city negara yang sedang berkembang
mengalami benturan budaya yang acap kali sulit ia hindari karena kurang
memiliki pengalaman dan pengetahuan cara menjelaskan masalah cyber crime
sehingga sebagian publik yang memiliki ketahan yang lemah akan mengikuti secara
berlebihan apa yang ditampilkan media massa dan cyber.
Tak dapat dipungkiri bahwa media turut memberi andil
memoles realitas sosial dengan suguhan informasi yang dikonstruksi diberbagai
media massa dan dunia cyber. Kecanggihan teknologi komunikasi telah
banyak disalagunakan sebagian orang sehingga ia menjadi guru spiritual anak,
remaja, dan bahkan orang dewasa. Keadaan inilah yang diprediksi oleh Marshal
McLuhan bahwa media sebagai pembentuk yang efektif mempengaruhi publik lewat
kecanggihan media memaikan perannya yang dapat berdampak negatif bagi
pertumbuhan otak anak yang mulai berkembang. Pemikiran ini juga relevan dengan
perspektif Jalaluddin Rakhmat bahwa konten media dewasa ini sebagai orang tua
asuh pertama, penghibur, dan pemimpin serta telada spiritual yang sangat halus
mencipatakan lingkungan mitos pada anak.
Pemikiran Jalaluddin Rakhmat ini relevan juga dengan
pandangan Goran Hedebro sampai ia mengemukakan kajian risetnya bahwa media
pembentuk kesadaran anak, remaja dan bahkan orang dewasa. Publik secara tidak
sadar telah menjadi media sebagai sumber dalam meng-input informasi sehingga
kendali masyarakat dalam menentukan kebenaran dan cara berpikir telah direduksi
dan dikuasai oleh informasi dari media cyber. Keadaan ini membuat manusia mulai
lupa pada kearifan lokalnya, lupa pada cakrawa kebatinan yang mengajarkan kasih
sayang cinta kedamaian, dan gemar berbagi kedermawanan.
Keadaan ini juga sesuai dengan hasil temuan dari Richard
M. Restak ketika ia berbicara mengenai Darwnisme media (evolusi media)
mengungkapkan bahwa media massa dan dunia cyber telah memberikan dan
menciptakan kondisi yang sangat curam dan dalam tentang kondisi kehidupan emosi
publik. Bagaimana peran mubalig-cyber melalui
komunikasi profetik dalam melingdungi umat dari penjajahan informasi global.
A.
Pembahasan
Pengertian peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik
dalam melingdungi umat dari penjajahan
informasi global adalah pola komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan
fasilitas teknologi komunikasi dalam membahasakan pesan-pesan Al-Quran dan
Sunnah di tengah masyarakat. Peran mubalig-cyber
melalui komunikasi profetik bertujuan melingdungi umat dari informasi negatif yang berpotensi merusak aqidah,
syari’ah dan akhlaq umat Islam.
Konsep yang akan dibangun
dalam tulisan ini adalah sebagai seorang Mubalig perlu memiliki kompetensi menelaah
isu/opini, kemudian membuat konsep dakwah berdasarkan kebutuhan masyarakat
terhadap berbagai problematika sosial yang dihadapi, kemudian memberikan resep
dakwah sesuai masalah yang dihadapi kemudian menyerbarkannya dengan menggunakan
teknologi komunikasi dan media lainnya yang dianggap efektif.
1. Peran cybercity
merusak ruang publik.
Maraknya film pornografi,
tauran, perselingkuhan, korupsi di media cetak, gosif, dan tayangan kekerasan
di media massa seperti TV, inetrnet, dan media cetak cukup berpengaruh pada
pertubuhan otak anak. Hal ini ketika tidak ada peran mubalig-cyber melingdungi umat dari penjajahan
informasi yang berpotensi merusak aqidah, syari’ah dan akhlaq sehingga
melahirkan kerusakan interaksi sosial yang berimplikasi pada kekerasan fisik
dan psikologis di tengah masyarakat.
Ketika peredaran informasi ditengah publik
tidak seimbang maka dapat melahirkan ekosistem interaksi sosial yang tidak sehat
di ruang publik akibat input informasi melalui media massa. Untuk menghindari benturan psikologis dan fisik yang akan
melukai perasaan orang lain peran mubalig-cyber.[1]
Hal ini juga kerap kali dilakukan oleh industri media massa baik cetak maupun
elektronik dengan melakukan framing problem, politik iklan jebakan
kapitalisme lewat permainan visual,[2]
dan agenda setting juga memberikan fakta dengan menggunakan pola
komunikasi kebohongan di depan publik.
Prilaku komunikasi kekerasan di depan publik juga dikemukakan
oleh McLuhan bahwa media teknologi
komunikasi mampu merubah cakrawala sebagian publik yang memiliki daya tahan dalam mengakses
berita-berita di media massa.[3]
Kondisi ini peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik dengan
memanfaatkan teknologi komunikasi perlu melingdungi umat dari penjajahan
informasi global yang berpotensi merusak Aqidah, Syari’ah dan akhlaq, untuk
melahirkan prilaku yang cerdas dalam berpikir, berkomunikasi, dan berprilaku.
Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan oleh para ahli
seperti Mervin Marx bahwa komunikasi media jika dicermati disekitar kita turut
memberi peran dalam menetukan pilihan komunikasi dan turut menentukan ketika
daya imun publik tidak kuat. Keadaan ini perlu dakwah di media cyber.[4]
Memengaruhi opini publik yang biasanya
di lakukan oleh media masa baik cetak maupun elektronik peran komunikasi
kebohongan dalam aspek komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal
kerap kali digunakan untuk kebutuhan tertentu.
Ketika realitas ini dikomunikasikan dengan persoalan
etika, moral, dan akhlaq maka melahirkan benturan sistem komunikasi yang
negatif karena secara aksilogis yang namanya kebohongan melanggar nilai-nilai
kemanusiaan.
2. Peran mubalig di era cybercity.
Istilah cybercity juga sering disebut dengan dunia maya biasa dikenal dengan nama internet. Internet
berasal dari bahasa latin yaitu ”inter” yang berarti ”antara”. Secara bahasa
kata perkata internet berarti jaringan antara atau penghubung, internet dapat
menghubungkan jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain
sedemikian rupa sehingga mereka dapat berkomunikasi. Menurut artikel stikom-pti 2007 kelompok9.blogspot.com Internet berasal
dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan
komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup
seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi
seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Fasilitas ini
dapat digunakan oleh mubalig-cyber melalui
komunikasi profetik bertujuan melingdungi umat dari penjajahan informasi global yang berpotensi merusak Aqidah, Syari’ah dan akhlaq.
Dari berbagai pengertian dapat dipahami bahwa internet merupakan hubungan
antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi
maupun aplikasinya dimana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media
komunikasi (telephone dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam
berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol)
bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP
(Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer
lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih
rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan
mengirimkan paket-paket pengiriman data. Dan fungsi internet merupakan media
komunikasi dan informasi modern.
Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, kita harus berlangganan
ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada dan melayani daerah. ISP
ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet. kita bisa menggunakan
fasilitas dari Telkom seperti Telkomnet Instan, speedy dan juga layanan ISP
lain seperti first media, netzip dan sebagainya.
Internet (Inter-Network) merupakan sekumpulan jaringan komputer yang
menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersil, organisasi, maupun
perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber
daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan
internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (usen news,
milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (world wide web), dan aneka
layanan lainnya.
Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas
sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke
negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari
text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet ini memungkinkan pengguna
komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi
dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke ke
komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video,
membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan
lain-lain.
3. Strategi komunikasi
profetik menuju cybercity,
a. Media Massa Sebagai Sarana
Dakwah
Bagi media massa, tidak terkecuali televisi, apalagi yang memang ‘hidup
’-nya hanya melalui iklan, momen penting seperti Ramadhan yang meniscayakan
perhatian publik lebih besar, sah-sah saja melakukan ‘transaksi ’ bisnis
melalui iklan. Jadi, cukup beralasan apabila kemudian mereka membaca peluang
ini sebagai sarana untuk mengeruk keuntungan. Ironisnya, lantaran aspek bisnis
menjadi prioritas, substansi yang ingin disampaikan kepada audiens, tereduksi
sedemikian rupa.
Kondisi inilah, yang kemudian semestinya membuat umat Islam pastas
gelisah. Gelisah, sebab sebagai publik yang memiliki hak mendapatkan tontonan
yang mencerdaskan justru sebaliknya hanya mendapatkan tontonan yang kering
tanpa makna. Islam sangat memperhatikan penyebaran informasi yang benar dan
sebaliknya juga mengecam penyebaran informasi yang menyesatkan, menimbulkan fitnah,
membuat kekacauan dan menimbulkan implikasi kerusakan moral dan sosial. Dalam
konteks Islam, informasi jelas mempunyai kedudukan yang sangat strategis,
terutama dalam konteks dakwah Islamiyah sebagai upaya menyebarluaskan
nilai-nilai religiusi kepada umat manusia.
Informasi yang berkembang diharapkan tidak menciptakan dan menyebarkan
informasi yang menyesatkan sehingga citra kebenaran menjadi menyimpang. Sejalan
dengan perkembangan teknologi yang mengakibatkan perubahan tata nilai dan
budaya manusia ke arah tata kehidupan yang bersifat rasional dan fungsional,
pemanfaatan media untuk menyampaikan pesan kebajikan merupakan potensi penting
dan langkah strategis yang harus mendapat perhatian proporsional. Jadi,
sistematika dakwah konvensional yang sebelumnya sangat verbalistik, perlu
perubahan paradigma seiring tumbuhnya media informasi ini.
Pada dasarnya, pesatnya perkembangan dunia pertelevisian dewasa ini
merupakan fenomena yang sehat, selama sejalan dengan semangat mengembangkan
sistem komunikasi yang relevan dengan globalisasi informasi dan komunikasi.
Namun perlu dicatat pula, pertumbuhan dunia pertelevisian seperti sekarang ini
harus diwaspadai, karena menghadapkan kita pada perbagai tantangan besar di
seluruh aspek kehidupan, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya,
maupun sistempertahanan keamanan.
Di satu sisi, kemajuan tersebut mendorong tumbuhnya ‘budaya baru ’ bagi
masyarakat dan bangsa kita untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Di sisi
lain, perkembangan tersebut juga mendorong terjadinya ekspektasi dalam
masyarakat terhadap nilai-nilai populer dan gaya hidup yang secara kultural
tidak semuanya dapat diaplikasikan dalam konteks budaya nasional kita. Jika hal
tersebut tidak segera mendapat perhatian yang cukup, dapat diduga bahwa suatu
saat informasi kebajikan (dakwah) Islam tidak akan efektif lagi karena derasnya
informasi lain yang sering kali mereduksi informasi tentang nilai- nilai
kebajikan Islam.
Mengacu pada teori kultivasi (Gerbner, 1969), informasi media televisi
yang secara terus-menerus berpengaruh besar dalam proses mengubah kepribadian,
sistem budaya, tata nilai, gaya hidup, dan perilaku seseorang atau masyarakat.
Jadi, untuk kepentingan dakwah perlu dikembangkan sistem informasi yang
menggunakan dan memiliki teknologi yang efisien. Islam sendiri tidak melarang
penggunaan teknologi informasi sepanjang dapat meningkatkan produktivitas
kesalehan sosial dan nilai dalam upaya pengabdian seorang hamba kepada kepada
Tuhannya. Yang menjadi persoalan adalah, bahwa dampak negatif teknologi media
seperti televisi yakni “lahirnya ” nilai-nilai baru yang bertentangan dengan
agama [2]
b. Internet Sebagai Media
Dakwah
Semangat dakwah yang disebut diatas meskipun hanya satu ayat, merupakan
satu bentuk “tanggung jawab moril ” yang sangat mengakar di kalangan umat
Islam. Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus dilakukan, hingga
kini. Setelah beratus tahun
berselang sejak dakwah lisan dikumandangkan oleh Rasulullah, pada masa kini
dakwah telah menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk
tulisan di buku, koran, majalah, tv dan radio mendapatkan komplementernya
berupa text dan hypertext di Internet. Internet adalah media dan sumber
informasi yang paling canggih saat ini sebab teknologi ini menawarkan berbagai
kemudahan, kecepatan, ketepatan akses dan kemampuan menyediakan berbagai
kebutuhan informasi setiap orang, kapan saja, dimana saja dan pada tingkat apa
saja.
Berbagai informasi yang dapat diperoleh melalui Internet antara lain
lapangan pekerjaan, olahraga, seni, belanja, perjalanan, kesehatan, permainan,
berita, komunikasi lewat email, mailing list, dan chating, bahkan
artikel-artikel ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, dan lain sebagainya.
Hampir semua bidang tugas manusia, apapun jenisnya, dapat dicari melalui Internet.
Internet sebagai sumber informasi memungkinkan semua orang untuk terus belajar
seumur hidup, kapan dan dimanapun serta untuk keperluan apapun. Dan untuk
kebutuhan belajar bagi setiap individu, Internet tidak hanya menyediakan
fasilitas penelusuran informasi tetapi juga komunikasi.
Berdakwah merupakan kewajiban setiap manusia, setiap orang dalam berbagai
profesi bisa melaksanakan da ’wah. Sebab berda ’wah dapat dilakukan dalam
multidemiensi kehidupan. Sebagaimana telah diketahui bahwa dakwah Islam tidak
hanya bi al- lisan (dengan ungkapan/ kata-kata), melainkan juga bi al-kitab
(sengan tulis-menulis), bi at-tadbir (manajemen/ pengorganisasian) dan bi
al-hal (aksi sosial). Seorang dai atau muballig yang baik tidak hanya menguasai
materi dakwah, melainkan juga harus memahami budaya masyarakat yang menjadi
sasaran dakwahnya.
Hal itu akan mempermudah dai dalam memilih kata dan menemukan metode apa
yang harus digunakan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Berbicaralah
kepada manusia menurut kadar kecerdasan mereka. ” (HR. Muslim) Matthew DeBell
dari The Education Statistics Services Institute (ESSI) mengatakan bahwa
penggunaan komputer dan Internet dapat meningkatkan kualitas hidup orang setiap
hari dan meningkatkan prospek pasar kerja mereka. Karena teknologi ini
mempunyai potensi meningkatkan akses kepada informasi, membantu menyelesaikan tugas
lebih baik dan lebih cepat, dan sebagai media komunikasi. Tingkat penggunaan
komputer dan Internet dapat dianggap sebagai indicator standar hidup.
Disamping itu, penggunaan komputer juga akan membantu para pelajar
memperoleh pengalaman dengan teknologi ini, dengan demikian tingkat penggunaan
bisa mengindikasikan sejauh mana generasi pelajar sekarang siap untuk memasuki
lapangan kerja dimana kemampuan untuk menggunakan komputer sangat dibutuhkan .
Diantara berbagai tujuan orang memanfaatkan Internet antara lain:
Berbagi data penelitian dan pekerjaan diantara rekan sejawat dan
individu-individu dalam profesi yang sama. Berkomunikasi dengan orang lain dan
mengirim file melalui e-mail. Meminta dan memberikan bantuan dengan mengajukan
permasalahan dan pertanyaan. Memasarkan dan mempublikasikan produk dan jasa. Mengumpulkan umpan balik dan saran-saran
dari para pelanggan dan rekan bisnis. Dan sesungguhnya potensi pemanfaatan Internet semata-mata
tergantung pada pandangan dann kreatifitas pengguna. Dan selama Internet terus
berkembang, pemanfaatan baru dan inovasi pemanfaatan pasti akan terus
berlanjut. Menurut Buxbaum memahami informasi berkaitan dengan keahlian
teknologi informasi, tetapi memberikan pengaruh yang lebih luas kepada
individu, sistem pendidikan, dan masyarakat. Keahlian teknologi informasi
membuat seseorang dapat menggunakan komputer, aplikasi perangkat lunak,
database, dan teknologi lain untuk mencapai berbagai tujuan akademis, pribadi,
dan tujuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Individu yang memiliki kemampuan
memahami informasi perlu mengembangkan beberapa keahlian teknologi. Secara survey,
sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai efektivitas pemanfaatan
internet bagi kepentingan dakwah Islam.
Tapi yang pasti, seperti kami lihat dalam beberapa tahun belakangan, di
kalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet secara optimal bagi
pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya ditandai dengan banyak
bermunculan situs baru bernuansakan Islam. Sebab itu, bisa dikatakan dakwah
melalui internet ini sangat efektif karena didukung oleh sifat internet yang
tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bisa disebarkan
dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi
yang disebarkan lewat internet, dapat menjangkau siapapun dan di manapun
asalkan yang bersangkutan mengakses internet. Sejatinya, tak hanya konsep
dakwah konvensional yang dapatdiberikan melalui internet. Umat Islam bisa
memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan
lain-lain.
Pemanfaatan tersebut sesungguhnya demikian luas cakupannya. Tidak bisa
ditawar-tawar lagi, umat Muslim harus mampu menguasai dan memanfaatkan sebesar-
besarnya perkembangan teknologi informasi. “Dari sisi dakwah, kekuatan internet
sangat potensial untuk dimanfaatkan, ” kata Dr Kun Wardhana Abiyoto, ketua
Muslim Information Technology Association (MIFTA). Lebih jauh menurutnya,
internet dapat mempererat ikatan ukhuwah islamiyah yang terkadang dibatasi
lingkup wilayah.
Singkatnya, ungkap ayah dua anak ini, banyak manfaat dan kegunaan bila
kemajuan teknologi internet ini bisa dioptimalkan oleh umat Islam secara luas.
Bersama beberapa rekan lainnya, Kun Wardhana pada tanggal 18 Mei 2000 membentuk
MIFTA sebagai wadah untuk menyebarkan nilai-nilai islami dalam mewarnai bidang
TI (teknologi informasi). ”Diperlukan kontribusi nyata, terorganisir dan solid
dari umat Islam guna menyikapi perkembangan TI untuk kemaslahatan umat manusia.
” Dengan adanya globalisasi kompetisi akan semakin berat, sehingga kita perlu
berlomba-lomba menguasai teknologi informasi serta mencari ilmu pengetahuan
sebanyak-banyaknya, oleh karenanya penguasaan teknologi informasi mutlak
diperlukan oleh umat Islam, karena hal itu merupakan salah satu cara paling
efektif guna menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai agama Islam.
Ada dua komponen bisa digunakan, yakni lewat mailing list atau e-mail dan
penyaluran informasi melalui web-site. Namun saat ini yang paling optimal
adalah melalui e- mail tadi. Karena kita tahu, e-mail tidak terlalu membutuhkan
teknologi tinggi. Dari segi statistic pun, populasi pengguna e- mail sudah
sangat banyak. Sedangkan bila kita menggunakan web-site atau situs-situs,
kebalikannya dengan e- mail, yakni membutuhkan proses yang lebih panjang dan rumit
kendati dari segi tampilan mungkin menarik. Di samping itu, harus pula ada
provider dan koneksivitas lebih dulu.
Enam Alasan Mengapa Sistem Informasi Sangat Penting Bagi Kegiatan Dakwah Dakwah dengan menggunakan media sistem
informasi memudah kita untuk menyiarkan dakwah, menggunakan media internet,
media facebook, twitter, blog, dan semaua bisa di akses secara mudah dan cepat. Suatu sistem informasi sudah banyak
digunakan oleh masyarakat luas sehingga mudah di akses olah masyarakat luas.
Dengan adanya sistem informasi penyampaian pesan akan semakin mudah karena
sitem informasi sudah semakin canggih dan dapt dengan mudah di akses oleh semua
kalangan masyarakat. Kegiatan
dakwah dengan menggunakan system informasi lebih praktik dan simple Dakwah dengan menggunakan teknologi system informasi
khususnya internet lebih mudah di akses oleh sebagian masyarakat karena
keunggulannya yang tidak turn-off sepanjang mabahasan dalam masa Dapat di control setiap saat dan di
perbaharui setiap saat[4].
Penelitian ini oleh Philip
Eubanks tantangan rekening tradisional metafora dan secara signifikan
memperluas teori "konseptual" metafora dengan memeriksa Perdagangan
Apakah Perang seperti itu terjadi dalam wacana beton. Meskipun minat ilmiah
dalam metafora sebagai, linguistik, dan kognitif fenomena estetika telah lama
bertahan, Eubanks adalah di antara yang pertama untuk mempertimbangkan metafora
dalam peran sociohistorical-nya . Mempertanyakan account utama metafora dari
Aristoteles hingga saat ini , Eubanks berpendapat metafora yang tidak hanya
dipengaruhi oleh tetapi sebenarnya didasari oleh operasi konkret . Jauh
jangkauannya dalam implikasinya bagi pemahaman kita tentang metafora, premis
Eubanks ini memungkinkan kita untuk melihat metafora sebagai entitas retorika
menyapu bahkan seperti account untuk operasi yang lebih lokal dari metafora
yang menarik bagi ahli bahasa, filsuf bahasa, dan ilmuwan kognitif .
Menyediakan model baru dari fungsi metaforis, Eubanks mempertimbangkan kembali
account yang paling menjanjikan metafora sampai saat ini, gagasan "
metafora konseptual . " Eubanks berfokus pada konseptual metafora
Perdagangan Is War - metafora ditemukan di mana pun orang membicarakan bisnis
dan perdagangan - untuk mengembangkan model yang retorikanya metafora. Dia
menganalisis Dagang Is War seperti yang terjadi di media berita cetak, di
televisi diskusi menunjukkan, dalam karya-karya akademik, di nonfiksi populer
dan novel, dalam komentarnya ekonomi bersejarah, dan fokus pembicaraan
kelompok. Contoh-contoh yang mengungkapkan beragam di make-up Perdagangan Is
War, lebih dari sekedar berbagai dipertaruhkan. Perdagangan Apakah Perang yang
terlibat dalam percakapan diperpanjang dan retoris kompleks dengan metafora
lain dan konsep literal: perdagangan perdamaian, Perdagangan Apakah sebuah
Game, Perdagangan Apakah Persahabatan, Perdagangan adalah Journey, dan Pasar
Apakah Containers. Pengakuan dan analisis percakapan ini merupakan furthers
teori evaluasi ulang. Yang juga muncul, bagaimanapun, adalah potret berharga
dari wacana perdagangan itu sendiri, wacana yang tergantung penting pada sebuah
pertukaran responsif metafora
[1]Leila Mona Ganiem, Teori-Teori Komunikasi Antarpribadi (Cet. I; Jakarta: Prenada Media Group, 2011),
207.
[2]Marshal McLuhan, Understanding Media The Extensions of Man (Cet. III;
London: Routledge Kegan Publishing, 2004), h. 216.
[3]Ervin Gopman, Dramaturgi of Communication (New York: Sage Publishing, 2002), h. 332.
[4]Idi Subandy Ibrahim, Kritik Budaya Komunikasi: Budaya,
Media, dan Gaya Hidup dalam Proses Demokrasi di Indonesia (Cet. I;
Yogyakarta: Jalasutra, 2011), h. 259.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar