Sabtu, 02 November 2013

IAIN Ambon Pelopori MUBALIG-CYBER




Mencermati peran cyber dalam penjajahan dunia global dengan gerakan pemikirannya menawarkan pola hidup hedonism, materialism, dan kapitalisme berlebihan telah memberi ruang yang besar mematikan cakrawala kebatinan manusia. Manusia tidak lagi peduli pada sifat-sifat kemanusiaan karena dorongan kebutuhan hidup dan prestise citra yang berlebihan memaksa dirinya untuk meraih keuntungan yang besar tanpa ada rasa kemanusiaan dengan mengeksploitasi alam, pikiran, dan jasa sesama umat manusia.
Keadaan ini dikendalikan oleh kebebasan pers mencederai kearifan cakrawala kebatinan sebagian masyarakat yang juga memiliki hak untuk berekspresi dengan semangat profetiknya telah didominasi oleh kekuatan pers sehingga terjadi kemiskinan imajinasi dan kepekaan sosial. Perspektif ini diungkapkan oleh Albert Camus yang mengungkapkan bahwa pers bebas mungkin baik, mungkin pula buruk, tanpa kebebasan pers tidak mempunyai arti apa-apa selain kebodohan. Perkataan Albert Camus ini bisa dipahami bahwa pers ketika berlebihan kewenangannya menguasai ruang publik akan berakibat kerusakan pada struktur masyarakat yang lemah dalam memahami conten pesan di dunia cyber.
Konstruksi informasi di era cyber city adalah produk pemikiran manusia moderen yang mampu menjembatani dunia antariksa, dan dunia lain dengan menembus ruang dan waktu melalui teknologi komunikasi. Temuan ini melahirkan pertemuan budaya dan bahkan terjadi benturan budaya akibat migrasi penduduk, pertumbuhan budaya baru yang bereksvansi keberbagai negara sehingga melahirkan fenomena baru dalam cakrawala pola pikir manusia. Pertempuran informasi yang dikonstruksi cukup serius berdampak pada penjajahan budaya kapitalis melawan budaya yang lemah bagi bangsa yang sedang berkembang. Keadaan ini tampak dalam dunia cyber city negara yang sedang berkembang mengalami benturan budaya yang acap kali sulit ia hindari karena kurang memiliki pengalaman dan pengetahuan cara menjelaskan masalah cyber crime sehingga sebagian publik yang memiliki ketahan yang lemah akan mengikuti secara berlebihan apa yang ditampilkan media massa dan cyber.
Tak dapat dipungkiri bahwa media turut memberi andil memoles realitas sosial dengan suguhan informasi yang dikonstruksi diberbagai media massa dan dunia cyber. Kecanggihan teknologi komunikasi telah banyak disalagunakan sebagian orang sehingga ia menjadi guru spiritual anak, remaja, dan bahkan orang dewasa. Keadaan inilah yang diprediksi oleh Marshal McLuhan bahwa media sebagai pembentuk yang efektif mempengaruhi publik lewat kecanggihan media memaikan perannya yang dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan otak anak yang mulai berkembang. Pemikiran ini juga relevan dengan perspektif Jalaluddin Rakhmat bahwa konten media dewasa ini sebagai orang tua asuh pertama, penghibur, dan pemimpin serta telada spiritual yang sangat halus mencipatakan lingkungan mitos pada anak.
Pemikiran Jalaluddin Rakhmat ini relevan juga dengan pandangan Goran Hedebro sampai ia mengemukakan kajian risetnya bahwa media pembentuk kesadaran anak, remaja dan bahkan orang dewasa. Publik secara tidak sadar telah menjadi media sebagai sumber dalam meng-input informasi sehingga kendali masyarakat dalam menentukan kebenaran dan cara berpikir telah direduksi dan dikuasai oleh informasi dari media cyber. Keadaan ini membuat manusia mulai lupa pada kearifan lokalnya, lupa pada cakrawa kebatinan yang mengajarkan kasih sayang cinta kedamaian, dan gemar berbagi kedermawanan.
Keadaan ini juga sesuai dengan hasil temuan dari Richard M. Restak ketika ia berbicara mengenai Darwnisme media (evolusi media) mengungkapkan bahwa media massa dan dunia cyber telah memberikan dan menciptakan kondisi yang sangat curam dan dalam tentang kondisi kehidupan emosi publik. Bagaimana peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik dalam melingdungi umat dari penjajahan informasi global.

A.   Pembahasan
Pengertian peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik dalam  melingdungi umat dari penjajahan informasi global adalah pola komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas teknologi komunikasi dalam membahasakan pesan-pesan Al-Quran dan Sunnah di tengah masyarakat. Peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik bertujuan melingdungi umat dari informasi negatif yang berpotensi merusak aqidah, syari’ah dan akhlaq umat Islam. 
Konsep yang akan dibangun dalam tulisan ini adalah sebagai seorang Mubalig perlu memiliki kompetensi menelaah isu/opini, kemudian membuat konsep dakwah berdasarkan kebutuhan masyarakat terhadap berbagai problematika sosial yang dihadapi, kemudian memberikan resep dakwah sesuai masalah yang dihadapi kemudian menyerbarkannya dengan menggunakan teknologi komunikasi dan media lainnya yang dianggap efektif.

1.     Peran cybercity merusak ruang publik.
Maraknya film pornografi, tauran, perselingkuhan, korupsi di media cetak, gosif, dan tayangan kekerasan di media massa seperti TV, inetrnet, dan media cetak cukup berpengaruh pada pertubuhan otak anak. Hal ini ketika tidak ada peran mubalig-cyber melingdungi umat dari penjajahan informasi yang berpotensi merusak aqidah, syari’ah dan akhlaq sehingga melahirkan kerusakan interaksi sosial yang berimplikasi pada kekerasan fisik dan psikologis di tengah masyarakat.
Ketika peredaran  informasi ditengah publik tidak seimbang maka dapat melahirkan ekosistem interaksi sosial yang tidak sehat di ruang publik akibat input informasi melalui media massa. Untuk menghindari benturan psikologis dan fisik yang akan melukai perasaan orang lain peran mubalig-cyber.[1] Hal ini juga kerap kali dilakukan oleh industri media massa baik cetak maupun elektronik dengan melakukan framing problem, politik iklan jebakan kapitalisme lewat permainan visual,[2] dan agenda setting juga memberikan fakta dengan menggunakan pola komunikasi kebohongan di depan publik.
Prilaku komunikasi kekerasan di depan publik juga dikemukakan oleh McLuhan  bahwa media teknologi komunikasi mampu merubah cakrawala sebagian publik  yang memiliki daya tahan dalam mengakses berita-berita di media massa.[3] Kondisi ini peran mubalig-cyber melalui komunikasi profetik dengan memanfaatkan teknologi komunikasi perlu melingdungi umat dari penjajahan informasi global yang berpotensi merusak Aqidah, Syari’ah dan akhlaq, untuk melahirkan prilaku yang cerdas dalam berpikir, berkomunikasi, dan berprilaku.
Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan oleh para ahli seperti Mervin Marx bahwa komunikasi media jika dicermati disekitar kita turut memberi peran dalam menetukan pilihan komunikasi dan turut menentukan ketika daya imun publik tidak kuat. Keadaan ini perlu dakwah di media cyber.[4]  Memengaruhi opini publik yang biasanya di lakukan oleh media masa baik cetak maupun elektronik peran komunikasi kebohongan dalam aspek komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal kerap kali digunakan untuk kebutuhan tertentu. 
Ketika realitas ini dikomunikasikan dengan persoalan etika, moral, dan akhlaq maka melahirkan benturan sistem komunikasi yang negatif karena secara aksilogis yang namanya kebohongan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.  

2.     Peran mubalig di era cybercity.
Istilah cybercity juga sering disebut dengan dunia maya biasa dikenal dengan nama internet. Internet berasal dari bahasa latin yaitu ”inter” yang berarti ”antara”. Secara bahasa kata perkata internet berarti jaringan antara atau penghubung, internet dapat menghubungkan jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat berkomunikasi. Menurut artikel stikom-pti 2007 kelompok9.blogspot.com Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Fasilitas ini dapat digunakan oleh mubalig-cyber melalui komunikasi profetik bertujuan melingdungi umat dari penjajahan informasi global yang berpotensi merusak Aqidah, Syari’ah dan akhlaq.
Dari berbagai pengertian dapat dipahami bahwa internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya dimana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telephone dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data. Dan fungsi internet merupakan media komunikasi dan informasi modern.
Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, kita harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada dan melayani daerah. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet. kita bisa menggunakan fasilitas dari Telkom seperti Telkomnet Instan, speedy dan juga layanan ISP lain seperti first media, netzip dan sebagainya.
Internet (Inter-Network) merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersil, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (usen news, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (world wide web), dan aneka layanan lainnya.
Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet ini memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke ke komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan lain-lain.

3.     Strategi komunikasi profetik  menuju cybercity

a.   Media Massa Sebagai Sarana Dakwah
Bagi media massa, tidak terkecuali televisi, apalagi yang memang ‘hidup ’-nya hanya melalui iklan, momen penting seperti Ramadhan yang meniscayakan perhatian publik lebih besar, sah-sah saja melakukan ‘transaksi ’ bisnis melalui iklan. Jadi, cukup beralasan apabila kemudian mereka membaca peluang ini sebagai sarana untuk mengeruk keuntungan. Ironisnya, lantaran aspek bisnis menjadi prioritas, substansi yang ingin disampaikan kepada audiens, tereduksi sedemikian rupa.
Kondisi inilah, yang kemudian semestinya membuat umat Islam pastas gelisah. Gelisah, sebab sebagai publik yang memiliki hak mendapatkan tontonan yang mencerdaskan justru sebaliknya hanya mendapatkan tontonan yang kering tanpa makna. Islam sangat memperhatikan penyebaran informasi yang benar dan sebaliknya juga mengecam penyebaran informasi yang menyesatkan, menimbulkan fitnah, membuat kekacauan dan menimbulkan implikasi kerusakan moral dan sosial. Dalam konteks Islam, informasi jelas mempunyai kedudukan yang sangat strategis, terutama dalam konteks dakwah Islamiyah sebagai upaya menyebarluaskan nilai-nilai religiusi kepada umat manusia.
Informasi yang berkembang diharapkan tidak menciptakan dan menyebarkan informasi yang menyesatkan sehingga citra kebenaran menjadi menyimpang. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang mengakibatkan perubahan tata nilai dan budaya manusia ke arah tata kehidupan yang bersifat rasional dan fungsional, pemanfaatan media untuk menyampaikan pesan kebajikan merupakan potensi penting dan langkah strategis yang harus mendapat perhatian proporsional. Jadi, sistematika dakwah konvensional yang sebelumnya sangat verbalistik, perlu perubahan paradigma seiring tumbuhnya media informasi ini.
Pada dasarnya, pesatnya perkembangan dunia pertelevisian dewasa ini merupakan fenomena yang sehat, selama sejalan dengan semangat mengembangkan sistem komunikasi yang relevan dengan globalisasi informasi dan komunikasi. Namun perlu dicatat pula, pertumbuhan dunia pertelevisian seperti sekarang ini harus diwaspadai, karena menghadapkan kita pada perbagai tantangan besar di seluruh aspek kehidupan, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun sistempertahanan keamanan.
Di satu sisi, kemajuan tersebut mendorong tumbuhnya ‘budaya baru ’ bagi masyarakat dan bangsa kita untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga mendorong terjadinya ekspektasi dalam masyarakat terhadap nilai-nilai populer dan gaya hidup yang secara kultural tidak semuanya dapat diaplikasikan dalam konteks budaya nasional kita. Jika hal tersebut tidak segera mendapat perhatian yang cukup, dapat diduga bahwa suatu saat informasi kebajikan (dakwah) Islam tidak akan efektif lagi karena derasnya informasi lain yang sering kali mereduksi informasi tentang nilai- nilai kebajikan Islam.
Mengacu pada teori kultivasi (Gerbner, 1969), informasi media televisi yang secara terus-menerus berpengaruh besar dalam proses mengubah kepribadian, sistem budaya, tata nilai, gaya hidup, dan perilaku seseorang atau masyarakat. Jadi, untuk kepentingan dakwah perlu dikembangkan sistem informasi yang menggunakan dan memiliki teknologi yang efisien. Islam sendiri tidak melarang penggunaan teknologi informasi sepanjang dapat meningkatkan produktivitas kesalehan sosial dan nilai dalam upaya pengabdian seorang hamba kepada kepada Tuhannya. Yang menjadi persoalan adalah, bahwa dampak negatif teknologi media seperti televisi yakni “lahirnya ” nilai-nilai baru yang bertentangan dengan agama [2]

b.   Internet Sebagai Media Dakwah
Semangat dakwah yang disebut diatas meskipun hanya satu ayat, merupakan satu bentuk “tanggung jawab moril ” yang sangat mengakar di kalangan umat Islam. Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus dilakukan, hingga kini. Setelah beratus tahun berselang sejak dakwah lisan dikumandangkan oleh Rasulullah, pada masa kini dakwah telah menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk tulisan di buku, koran, majalah, tv dan radio mendapatkan komplementernya berupa text dan hypertext di Internet. Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini sebab teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap orang, kapan saja, dimana saja dan pada tingkat apa saja.
Berbagai informasi yang dapat diperoleh melalui Internet antara lain lapangan pekerjaan, olahraga, seni, belanja, perjalanan, kesehatan, permainan, berita, komunikasi lewat email, mailing list, dan chating, bahkan artikel-artikel ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, dan lain sebagainya. Hampir semua bidang tugas manusia, apapun jenisnya, dapat dicari melalui Internet. Internet sebagai sumber informasi memungkinkan semua orang untuk terus belajar seumur hidup, kapan dan dimanapun serta untuk keperluan apapun. Dan untuk kebutuhan belajar bagi setiap individu, Internet tidak hanya menyediakan fasilitas penelusuran informasi tetapi juga komunikasi.
Berdakwah merupakan kewajiban setiap manusia, setiap orang dalam berbagai profesi bisa melaksanakan da ’wah. Sebab berda ’wah dapat dilakukan dalam multidemiensi kehidupan. Sebagaimana telah diketahui bahwa dakwah Islam tidak hanya bi al- lisan (dengan ungkapan/ kata-kata), melainkan juga bi al-kitab (sengan tulis-menulis), bi at-tadbir (manajemen/ pengorganisasian) dan bi al-hal (aksi sosial). Seorang dai atau muballig yang baik tidak hanya menguasai materi dakwah, melainkan juga harus memahami budaya masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya.
Hal itu akan mempermudah dai dalam memilih kata dan menemukan metode apa yang harus digunakan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Berbicaralah kepada manusia menurut kadar kecerdasan mereka. ” (HR. Muslim) Matthew DeBell dari The Education Statistics Services Institute (ESSI) mengatakan bahwa penggunaan komputer dan Internet dapat meningkatkan kualitas hidup orang setiap hari dan meningkatkan prospek pasar kerja mereka. Karena teknologi ini mempunyai potensi meningkatkan akses kepada informasi, membantu menyelesaikan tugas lebih baik dan lebih cepat, dan sebagai media komunikasi. Tingkat penggunaan komputer dan Internet dapat dianggap sebagai indicator standar hidup.
Disamping itu, penggunaan komputer juga akan membantu para pelajar memperoleh pengalaman dengan teknologi ini, dengan demikian tingkat penggunaan bisa mengindikasikan sejauh mana generasi pelajar sekarang siap untuk memasuki lapangan kerja dimana kemampuan untuk menggunakan komputer sangat dibutuhkan . Diantara berbagai tujuan orang memanfaatkan Internet antara lain:
Berbagi data penelitian dan pekerjaan diantara rekan sejawat dan individu-individu dalam profesi yang sama. Berkomunikasi dengan orang lain dan mengirim file melalui e-mail. Meminta dan memberikan bantuan dengan mengajukan permasalahan dan pertanyaan. Memasarkan dan mempublikasikan produk dan jasa. Mengumpulkan umpan balik dan saran-saran dari para pelanggan dan rekan bisnis. Dan sesungguhnya potensi pemanfaatan Internet semata-mata tergantung pada pandangan dann kreatifitas pengguna. Dan selama Internet terus berkembang, pemanfaatan baru dan inovasi pemanfaatan pasti akan terus berlanjut. Menurut Buxbaum memahami informasi berkaitan dengan keahlian teknologi informasi, tetapi memberikan pengaruh yang lebih luas kepada individu, sistem pendidikan, dan masyarakat. Keahlian teknologi informasi membuat seseorang dapat menggunakan komputer, aplikasi perangkat lunak, database, dan teknologi lain untuk mencapai berbagai tujuan akademis, pribadi, dan tujuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Individu yang memiliki kemampuan memahami informasi perlu mengembangkan beberapa keahlian teknologi. Secara survey, sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai efektivitas pemanfaatan internet bagi kepentingan dakwah Islam.
Tapi yang pasti, seperti kami lihat dalam beberapa tahun belakangan, di kalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet secara optimal bagi pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya ditandai dengan banyak bermunculan situs baru bernuansakan Islam. Sebab itu, bisa dikatakan dakwah melalui internet ini sangat efektif karena didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bisa disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat internet, dapat menjangkau siapapun dan di manapun asalkan yang bersangkutan mengakses internet. Sejatinya, tak hanya konsep dakwah konvensional yang dapatdiberikan melalui internet. Umat Islam bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan lain-lain.
Pemanfaatan tersebut sesungguhnya demikian luas cakupannya. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, umat Muslim harus mampu menguasai dan memanfaatkan sebesar- besarnya perkembangan teknologi informasi. “Dari sisi dakwah, kekuatan internet sangat potensial untuk dimanfaatkan, ” kata Dr Kun Wardhana Abiyoto, ketua Muslim Information Technology Association (MIFTA). Lebih jauh menurutnya, internet dapat mempererat ikatan ukhuwah islamiyah yang terkadang dibatasi lingkup wilayah.
Singkatnya, ungkap ayah dua anak ini, banyak manfaat dan kegunaan bila kemajuan teknologi internet ini bisa dioptimalkan oleh umat Islam secara luas. Bersama beberapa rekan lainnya, Kun Wardhana pada tanggal 18 Mei 2000 membentuk MIFTA sebagai wadah untuk menyebarkan nilai-nilai islami dalam mewarnai bidang TI (teknologi informasi). ”Diperlukan kontribusi nyata, terorganisir dan solid dari umat Islam guna menyikapi perkembangan TI untuk kemaslahatan umat manusia. ” Dengan adanya globalisasi kompetisi akan semakin berat, sehingga kita perlu berlomba-lomba menguasai teknologi informasi serta mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, oleh karenanya penguasaan teknologi informasi mutlak diperlukan oleh umat Islam, karena hal itu merupakan salah satu cara paling efektif guna menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai agama Islam.
Ada dua komponen bisa digunakan, yakni lewat mailing list atau e-mail dan penyaluran informasi melalui web-site. Namun saat ini yang paling optimal adalah melalui e- mail tadi. Karena kita tahu, e-mail tidak terlalu membutuhkan teknologi tinggi. Dari segi statistic pun, populasi pengguna e- mail sudah sangat banyak. Sedangkan bila kita menggunakan web-site atau situs-situs, kebalikannya dengan e- mail, yakni membutuhkan proses yang lebih panjang dan rumit kendati dari segi tampilan mungkin menarik. Di samping itu, harus pula ada provider dan koneksivitas lebih dulu.
Enam Alasan Mengapa Sistem Informasi Sangat Penting Bagi Kegiatan Dakwah Dakwah dengan menggunakan media sistem informasi memudah kita untuk menyiarkan dakwah, menggunakan media internet, media facebook, twitter, blog, dan semaua bisa di akses secara mudah dan cepat. Suatu sistem informasi sudah banyak digunakan oleh masyarakat luas sehingga mudah di akses olah masyarakat luas.
Dengan adanya sistem informasi penyampaian pesan akan semakin mudah karena sitem informasi sudah semakin canggih dan dapt dengan mudah di akses oleh semua kalangan masyarakat. Kegiatan dakwah dengan menggunakan system informasi lebih praktik dan simple  Dakwah dengan menggunakan teknologi system informasi khususnya internet lebih mudah di akses oleh sebagian masyarakat karena keunggulannya yang tidak turn-off sepanjang mabahasan dalam masa Dapat di control setiap saat dan di perbaharui setiap saat[4].

Penelitian ini oleh Philip Eubanks tantangan rekening tradisional metafora dan secara signifikan memperluas teori "konseptual" metafora dengan memeriksa Perdagangan Apakah Perang seperti itu terjadi dalam wacana beton. Meskipun minat ilmiah dalam metafora sebagai, linguistik, dan kognitif fenomena estetika telah lama bertahan, Eubanks adalah di antara yang pertama untuk mempertimbangkan metafora dalam peran sociohistorical-nya . Mempertanyakan account utama metafora dari Aristoteles hingga saat ini , Eubanks berpendapat metafora yang tidak hanya dipengaruhi oleh tetapi sebenarnya didasari oleh operasi konkret . Jauh jangkauannya dalam implikasinya bagi pemahaman kita tentang metafora, premis Eubanks ini memungkinkan kita untuk melihat metafora sebagai entitas retorika menyapu bahkan seperti account untuk operasi yang lebih lokal dari metafora yang menarik bagi ahli bahasa, filsuf bahasa, dan ilmuwan kognitif . Menyediakan model baru dari fungsi metaforis, Eubanks mempertimbangkan kembali account yang paling menjanjikan metafora sampai saat ini, gagasan " metafora konseptual . " Eubanks berfokus pada konseptual metafora Perdagangan Is War - metafora ditemukan di mana pun orang membicarakan bisnis dan perdagangan - untuk mengembangkan model yang retorikanya metafora. Dia menganalisis Dagang Is War seperti yang terjadi di media berita cetak, di televisi diskusi menunjukkan, dalam karya-karya akademik, di nonfiksi populer dan novel, dalam komentarnya ekonomi bersejarah, dan fokus pembicaraan kelompok. Contoh-contoh yang mengungkapkan beragam di make-up Perdagangan Is War, lebih dari sekedar berbagai dipertaruhkan. Perdagangan Apakah Perang yang terlibat dalam percakapan diperpanjang dan retoris kompleks dengan metafora lain dan konsep literal: perdagangan perdamaian, Perdagangan Apakah sebuah Game, Perdagangan Apakah Persahabatan, Perdagangan adalah Journey, dan Pasar Apakah Containers. Pengakuan dan analisis percakapan ini merupakan furthers teori evaluasi ulang. Yang juga muncul, bagaimanapun, adalah potret berharga dari wacana perdagangan itu sendiri, wacana yang tergantung penting pada sebuah pertukaran responsif metafora




[1]Leila Mona Ganiem, Teori-Teori Komunikasi Antarpribadi  (Cet. I; Jakarta: Prenada Media Group, 2011), 207.
[2]Marshal  McLuhan, Understanding  Media The Extensions of Man (Cet. III; London: Routledge Kegan Publishing, 2004), h. 216.  
[3]Ervin Gopman, Dramaturgi of  Communication  (New York: Sage  Publishing, 2002), h. 332.
[4]Idi Subandy Ibrahim, Kritik Budaya Komunikasi: Budaya, Media, dan Gaya Hidup dalam Proses Demokrasi di Indonesia (Cet. I; Yogyakarta: Jalasutra, 2011), h. 259.

mubaligcyber